RSS

About

Selamat dataangggg !!!!
Ditunggu komentnya :)
- Hesti yang selalu ingin
mencoba hal yang baru-
Showing posts with label Kuliah. Show all posts
Showing posts with label Kuliah. Show all posts

The software quality challenges, SQA activities


The Context of Software Quality Assurance

Pada postingan kali ini, saya akan menjelaskan tentang The quality challenges dan SQA activities. Dimana pada quality challenges kita akan mengetahui tentang karakteristik software sebagai produk dan sebagai pros produksi. Selain itu, kita akan mengenal lingkungan untuk pengembangan dan perbaikan segala tempat aktivitasnya.

Uniqueness of Software Development Process

Hal yang mendasari perbedaan antara Software dan produk-produk industri antara lain :
  1. Kompleksitas produk
  2. Visibilitas dari sebuah produk
  3. Pengembangan produk dan proses produksi.

Berikut ini adalah beberapa factor yang dapat menjelaskan perbedaan dari pendeteksi software vs produk industry.


Kemungkinan dalam pendeteksi kecacatan dalam pengembangan produksi antara produk industry dan software.

Produk Industri : dapat mendeteksi cacat pada semua fase.
Software : dapat mendeteksi error hanya pada fae pengembangan.

Sehingga, kompleksitas yang bagus serta invisibility dari software, yang meliputi karakteristik produk, membuat pengembanga metodologi SQA dan sukses mengimplementasikan proyek professional.

Lingkungan yang berpengaruh pada metode SQA yang dikembangkan

  • ·         Pupils & students
  • ·         Hobbies
  • ·         Engineers, sconomics, & dan lingkungan kerja lainnya
  • ·         Software development professional

Semua pengemenbang software tersebut dibutuhkan untuk melakukan control pada masalah kualitas software yang disebut “Bugs / Error”

SQA Environment : Karakteristik

  • 1.       Kondis kontrak
  • 2.       Hubungan antara pelanggan dan pengembang software
  • 3.       Kebutuhan team
  • 4.       Koordinasi dengan para anggota team
  • 5.       Tampilan pada software sistem
  • 6.       Kebutuhan pengembangan software dengan para anggota team
  • 7.       Kebutuhan dalam melakukan maintenance disetiap periode.

Berikut ini, akan saya jelaskan satu per satu maksud poin-poin di atas.

Kondisi Kontrak

Pada awal proyek, kita akan terlibat kontrak yang telah disepakati bersama antar customer dan pengembang software. Kontrak tersebut berisi komitmen dan tanggung jawab atas setiap aktivitas yang dilakukan pengembang software selama proses pembuatan. Sehingga dalam pembuatan kontrak tersebut, kedua belah harus saling bertemu untuk membicarakan segala kebutuhan yang diperlukan.

Hubungan antara pelanggan dan pengembang software

Pengembang software harus bekerja sama dan saling berhubungan dengan customer secara terus menerus. Hal ini dikarenakan untuk :
  • -          Memperhatikan perubahan yang mungkin terjadi sesuai dengan kebutuhan
  • -          Mendiskusikan tentang kekurangan-kekurangan yanga ada
  • -          Mendapatkan persetujuan bila terjadi perubahan

Kebutuhan Teamwork (Team)

Faktor yang memotivasi agar tetap solidnya suatu team adalah :
  • -          Kebutuhan jadwal kerja yang terstruktur
  • -          Kebutuhan dari variasi spesifikasi
  • -          Harapan keuntungan yang diperoleh dari dukungan profesioanl & review untuk penambahan kualitas proyek

Koorperatif dan koordinasi dengan anggota team

Dalam pembuatan proyek yang berskala besar, biasanya kita membutuhkan lebih dari satu team. Sehingga benar-benar dibutuhkan koordinasi yang baik antar team. Kebutuhan koordinasi tersebut antara lain :
  • -          Pengeembang software berada dalam satu lingkup perusahaan.
  • -          Pengembang hardware juga berada dalam satu lingkup perusahaan
  • -          Pengembang software dan hardware  dari supplier yang lain
  • -          Pengguna software dan team pengembang/pembuat masuk dalam bagian proyek pengembangan.

Tampilan pada sistem software yang dibuat

Biasanya tampilan software mencakup paket software yang lain, seperti :
  • -          Input interface
  • -          Output interface
  • -          I/O interface

Kebutuhan untuk terus melaksanakan proyek meskipun perubahan anggota tim

Sebelum pengembangan periode pada proyek, kita kemungkianan akan menemukan :
  • -          Berkurangnya anggota team
  • -          Perubahan karyawan
  • -          Perpindahan tempat / pindah lokasi ke luar kota

Kebutuhan untuk melanjutkan pemeliharaan software dalam periode tertentu

Dari 5 sampai 10 tahun, customer membutuhkan pemanfaatan sistem secara berkelanjutan, sperti
  • -          Maintenance (pemeliharaan)
  • -          Enhancemenet (penambahan)
  • -          Change (modifikasi)
SeSecara garis besar, dapat ditunjukkan pada baganSQA activities berikut ini :



readmore »»  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Implementasi IT Strategy ( e-procurement )

Well, dalam postingan kali ini, saya mau share tentang tugas yang baru aja aku dapetin di mata kulian Perencanaan Strategis Sistem Informasi (PSSI) *kayak persatuan sepak bolah aja, hehe*


IT Strategy

Pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) untuk mendukung organisasi dalam merespon tekanan bisnis dan mencapai tujuan merupakan peluang yang sangat besar sebagai enabler bisnis. Biaya, resiko dan peluang yang ditawarkan tidak hanya membuat IT strategis bagi pertumbuhan organisasi, tapi juga penting bagi kelangsungan perusahaan. Oleh karena besarnya biaya serta resiko yang ada dalam pemanfaatan IT, maka organisasi harus tahu sejauh mana organisasi telah mengelola IT mereka, dimana peran manajemen dan seberapa besar perannya dalam pengelolaan IT, serta apa yang harus dilakukan untuk menuju ke arah yang lebih baik.
E-procurement merupakan proses aktivitas pembelian busniness to business (B2B), business to consumer (B2C), dan business to government (B2G), serta penjualan barang dan jasa yang menggunakan fasilitas internet maupun sistem informasi dan jaringan-jaringan lainnya, seperti Electronic Data Interchange (EDI) dan Enterprise Resource Planning (ERP). Terkadang e-procurement juga dikenal dengan istilah supplier exchange.
 Secara khusus, website-website e-procurement dapat memungkinkan pengguna yang telah terdaftar dan memenuhi persyaratan-persyaratan yang diberlakukan untuk mencari pembeli atau penjual barang dan jasa. Semua itu tergantung pada pendekatan yang digunakan, dimana para pembeli dan penjual dapat menentukan harga atau mencari penawaran-penawaran. Proses pembelian yang sedang berlangsung dapat memenuhi permintaan pelanggan untuk memberikan potongan harga atau mengadakan penawaran khusus.
 Software e-procurement memungkinkan terjadinya otomatisasi untuk beberapa proses pembelian dan penjualan. Perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi dalam e-procurement ini berharap agar mereka dapat mengendalikan inventori dengan lebih efektif, mengurangi biaya pembelian dengan menggunakan agen, dan dapat meningkatkan siklus manufaktur. Dengan adanya e-procurement diharapkan dapat dilakukan integrasi dengan trend Supply Chain Management yang telah terkomputerisasi.

Manfaat E-Procurement

       Efisiensi waktu
Dengan adanya e-procurement maka waktu yang dibutuhkan dalam proses pengadaan produk atau jasa dapat diminimalkan, sehingga paket-paket proyek dapat berjalan dengan lebih tepat waktu. Selain itu layanan public juga dapat terjaga dan dapat memberikan respon yang lebih cepat terhadap setiap pertanyaan dan klarifikasi yang ada. Selain itu, e-procurement juga dapat menunjang sistem Just In Time (JIT) dalam memenuhi kebutuhan material, sehingga pada akhirnya dapat diperoleh efisiensi biaya dalam management material.

Pengurangan biaya administrasi
Penerapan e-procurement dapat mengotomatisasi banyak proses administrasi di dalam kegiatan pembelian, sehingga proses tersebut tidak membutuhkan pencatatan di kertas (paperless process).


Mengurangi kegiatan interaksi antar manusia (face to face)
E-procurement memungkinkan untuk mengurangi jumlah individu yang terlibat dalam proses penerimaan, pencatatan, maupun proses pendistribusian persyaratan administrasi sehingga dapat meningkatkan produktivitas.


Kontrol manajemen yang lebih baik
Karena semua data pengadaan diproses dengan menggunakan sebuah database yang terpusat, dan selanjutnya secara otomatis diintegrasikan ke dalam Financial Management Information System (FMIS), maka e-procurement akan memungkinkan untuk dilakukannya analisis yang relevan dan menghasilkan laporan manajemen yang dapat dengan mudah diproduksi. Oleh karena itu, pengaplikasian e-procurement dapat meningkatkan transparansi dalam pengadaan produk dan jasa, serta juga dapat mencegah timbulnya KKN karena masyarakat juga dapat mengawasi pekerjaan berkat adanya spesifikasi teknis dari pekerjaan yang dapat di-download melalui situs.


User compliance
Penggunaan e-procurement dapat memaksimalkan kesesuaian terhadap kebutuhan, dan menjamin bahwa setiap orang hanya membeli dari supplier yang telah disetujui. Hal ini merupakan hal terpenting untuk bagian pembelian. Ada dua manfaat yang dapat diperoleh dari user compliance ini, yaitu mendapatkan nilai terbaik dari persetujuan-persetujuan dengan yang telah dipilih oleh perusahaan, dan perusahaan-perusahaan juga dapat meningkatkan kualitas persetujuan-persetujuan yang jauh lebih baik dengan para suppliernya.


Mengurangi tingkat kesalahan
E-procurement dapat meminimalkan kecenderungan terjadinya kesalahan pengguna dalam proses pengadaan, karena pesanan-pesanan dibuat dengan memilih item-item yang terdapat di catalog sistem. Transaksi elektronik disampaikan antara dewan FMIS, e-marketplace, dan sistem supplier tidak membutuhkan campur tangan manusia. Hal ini dapat mengurangi kemungkinan peluang pesanan didefinisikan secara tidak tepat, harga-harga tidak tepat, atau item-item yang terdapat di ktalog telah usang dan sudah tidak diproduksi lagi ketika waktu pemesanan diterima.

IMPLEMENTASI IT STRATEGY PADA PROSES BISNIS PERUSAHAAN

Kali ini, saya mengambil contoh PT. Pertamina (Persero). PT Pertamina merupakan salah satu perusahaan yang mengimplementasikan e-procuremenet pada proses bisnis perusahaannya, guna penghematan biaya dan peningkatan keuntungan. E-Procurement Pertamina dilakukan sesuai dengan tuntutan transformasi dalam sistem pengadaan barang dan jasa. Implementasi e-procurement di Pertamina ini sejalan dengan keinginan untuk melaksanakan kegiatan secara Good Corporate Governance (GCG). Dengan adanya sistem e-procurement di Pertamina, maka siapapun, dimanapun, dan kapanpun setiap client Pertamina dapat mengaksesnya meskipun vendor yang telah mendaftarkan perusahaannya di Pertamina sedang berada di luar Pulau Jawa.
 Dengan keberadaan sistem e-procurement, maka cakupan sistem pengadaan barang dan jasa di Pertamina menjadi jauh lebih luas jika dibandingkan dengan sistem manual yang dijalankan selama ini. Hal ini juga sesuai dengan wilayah operasional perusahaan yang menjangkau hampir seluruh wilayah di Indonesia.
 Pengimplementasian e-procurement di Pertamina sudah cukup bagus dan dapat diakomodir dengan baik oleh supplier dan mitra kerja Pertamina. Dengan adanya sistem e-procurement ini maka kemudahan dan efisiensi waktu dapat dicapai. Misalnya untuk proses yang umumnya harus memakan waktu selama beberapa hari dapat diselesaikan hanya dalam beberapa jam saja. Hal ini disebabkan oleh karena adanya beberapa tahapan yang tidak membutuhkan kehadiran vendor secara langsung (face to face). Vendor yang bersangkutan cukup hanya dengan meng-apply melalui internet saja.
 Saat ini perkembangan teknologi telah berlangsung dengan sangat cepat dan pesat. Keberadaan internet menjadi salah satu media yang efektif dari segi biaya dan dapat digunakan untuk melakukan transaksi bisnis online. Semakin banyak perusahaan yang mengaplikasikan media ini dalam aktivitas pengadaan barang untuk kegiatan bisnis mereka, yaitu e-procurement yang berbasis e-commerce.
 Dari uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa keberadaan e-procurement pada suatu perusahaan memang benar-benar dapat memberi keuntungan dalam segi penghematan biaya, sehingga akhirnya dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan profitabilitasnya.

Berikut ini saya cantumkan referensi sumber yang saya pakai untuk postingan kali ini :

Nah sekian postingan yang bisa aku share hari ini,, makasih yaa.. Semoga bermanfaat :)


readmore »»  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pendahuluan SAP

1. a. Jelaskan hubungan dari ERP dan SCM
b. Jelaskan apa software SAP

Jawab :

a.       Hubungan dari ERP dan SCM adalah :

Ø  ERP ( Enterprise Resource Planning ) adalah sistem yang dapat mengintegrasikan semua data dan proses di sebuah perusahaan ke dalam sebuah sistem tunggal. Sedangkan,
Ø  SCM ( Supply Chain Management ) adalah suatu rangkaian kegiatan dimana terdiri dari sekumpulan proses yang berhubungan dengan aliran barang, informasi, dan uang diantara perusahaan-perusahaan, dari tingkat raw material sampai produksi tingkat pemakaian, dan akhirnya pada tingkat daur ulang. 
Ø  Sehingga dari penjelasan tersebut dapat kita simpulkan bahwa ERP dan SCM memiliki hubungan dalam hal pengelolaan hubungan bisnis. Suatu perusahaan membutuhkan ERP untuk mengintegrasikan data dan proses yang ada pada perusahaannya. Kemudian antar perusahaan menggunakan SCM untuk mengelola, mengatur, dan mengintegrasikan proses bisnis mereka. Sehingga barang dari hulu dapat sampai ke tangan customer (hilir ) dengan baik dan maksimal dengan bantuan SCM.

b.      Software SAP

Ø  Software SAP
System, Applications, and Products in Data Processing. Software SAP merupakan software yang banyak dipakai di perusahaan besar untuk mendukung integrasi proses bisnis, yang dikembangkan guna mendukung organisasi dalam menjalankan kegiatan operasionalnya secara lebih efisien dan efektif.

2.            Jelaskan beberapa istilah di bidang ERP di bawah ini terkait dengan software SAP :
                Jawab :

ü  Business Scenario
                Business sscenario ( Skenario Bisnis ) :
sekelompok dari hubungan transaksi bisnis yang memiliki organisasi khusus yang memenuhi tujuan dari perusahaan yang terkait, contohnya persiapan untuk balance sheet(neraca), personnel administration (personil administrasi), purchasing (pembelian), service (layanan), or production (produksi).
ü  Organizational Unit
Organizational Unit ( Unit organisasi ) :
pengelompokan organisasi dalam suatu bidang dari perusahaan yang bersama-sama untuk alasan hukum atau bisnis yang lainnya. Contohnya Unit organisasi adalah perusahaan, kantor penjualan, dan pabrik.

ü  Master Data
Master Data :
Catatatan dari sebuah data  pada suatu sistem sepanjang periode waktu untuk proses bisnis. Contohnya pelanggan (customer), barang produksi (material), dan pemasok (supplier).

ü  Transaction Data
Transaction Dta (Data Transaksi) :
Transaksi - data spesifik yang singkat - data yang berfungsi untuk memastikan master data, misalnya seorang pelanggan. Data transaksi dibuat ketika terjadi transaksi kemudian disimpan sebagai dokumen. Contohnya dokumen pesanan penjualan, pesanan pembelian, dokumen material, dan posting dokumen.

ü  Transaction
Transaction (Transaksi) :
                                sebuah program aplikasi yang memuat transaksi bisnis di dalam sebuah sistem, seperti membuat permintaan penjualan atau pembayaran masuk

3.            a. Apakah yang dimaksud dengan transaction code pada SAP?
b. Fungsi dari transaction code dalam penggunaan software SAP?

Jawab :

a.       Apa yang dimaksud dengan Transaction code pada SAP ?

Transaction Code adalah, sebuah kode transaksi yang berada pada setiap transaksi ( bukan pada setiap bagian ) pada sistem SAP. Pada bagian kode transaksi  memiliki petunjuk tentang menampilkan dan menemukan kode-kode dan pilihan navigasi lainnya.

b.      Fungsi dari Transaction Code dalam penggunaan software SAP ?

Kode untuk mengakses transaksi yang merupakan kumpulan fungsi dan program SAP. Sehingga kita bisa menampilakan transaksi yang kita inginkan, dengan memasukkan kode transaksi yang kita maksudkan.



4.            Shortcut sangat penting perannya untuk mempermudah dan mempercepat kinerja kita saat menggunakan SAP. Jelaskan fungsi tombol shortcut F1 dan F4!

Jawab :
                                Fungsi tombol shortcut F1 dan F4 :

o     Tombol shortcut F1 menginformasikan kepada kita tentang penjelasan mengenai fields (bidang), menus (menu), functions (fungsi), dan messages (pesan). Pada tombol bantuan F1, kita dapat memilih untuk mendapatkan informasi teknisnya.

o     Tombol shortcut F4 memberi kita informasi dan kemungkinan entri. Kita juga dapat menggunakan bantuan F4 dengan memilih secara langsung bidang yang dipilih.

5.            Jelaskan apa manfaat fitur Favorite pada SAP easy access menu!

Jawab :

Manfaat Fitur Favorite pada SAP Easy Access Menu adalah :
Manfaat utama dari fitur favorit adlah untuk memudahkan kita dalam mengakses suatu fitur tertentu. Jika kita sering menggunakan transaksi, maka kita dapat menggunakan drag&drop untuk menambahkan pada menu favorit (atau pilih Favorites > Add ) . Sehingga kita tinggal mengklik dua kali untuk menjalankan tanpa harus menavigasi melalui menu Easy Access Menu.
Kita juga bisa menambahkan folder pribadi yang kita buat ke dalam menu favorit, sehingga lebih memudahkan kita dalam mengakses menu yang kita inginkan.
readmore »»  

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS